Dialog Publik Wes Wayahe Jember Bangkit, Ajang Serap Aspirasi Lintas Elemen

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Kamis pagi (4/3/2021), Bupati Jember Hendy Siswanto ikut diundang sebagai narasumber dalam Dialog Publik bertema Wes Wayahe Jember Bangkit, yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Jember bekerjasama dengan PWI Jember. Acara yang diselenggarakan di Kantor DPRD Jember ini juga disiarkan langsung televisi lokal dan diikuti oleh beberapa camat dan kepala desa secara virtual.

Turut menjadi narasumber dalam acara adalah Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi dan Ketua LP2M Unej Prof Achmad Subagyo. Undangan yang hadir berasal dari masyarakat lintas elemen dan komunitas. Mulai dari perwakilan mahasiswa, tokoh disabilitas, komunitas penggerak pariwisata sampai pertanian dan jurnalis hadir dalam dialog selama lebih kurang dua jam untuk serap aspirasi bersama bupati.

Beberapa permasalahan yang diangkat oleh LP2M Unej disampaikan secara terbuka untuk mendapat respon langsung dari Bupati Hendy. Termasuk diantaranya indeks pembangunan manusia (IPM), pendidikan, gizi buruk hingga persoalan di sektor pendidikan. Dalam sesi tanya jawab, beberapa undangan juga menyampaikan aspirasi mulai dari persoalan pariwisata, pertanian hingga masalah isu-isu peka yang berpotensi menjadi konflik.

Secara tegas, Bupati Hendy menyampaikan bahwa banyaknya persoalan di Jember membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat. Dalam menentukan kebijakan, ia juga menyatakan tidak akan membuat program yang hanya berasal dari ide-nya saja. “Sesuai dengan fungsi pemerintahan dan legislatif, sinergi yang kami lakukan ke depan adalah bentuk kebijakan yang harus disetujui oleh seluruh masyarakat Jember tentunya dengan kajian dan riset yang mendalam dan benar,” imbuhnya.

Menjawab persoalan minimnya fasilitas ramah disabilitas di Kabupaten Jember, Bupati Hendy akan berupaya maksimal dan dalam waktu dekat ini akan memenuhi seluruh hak rakyat secara adil, termasuk fasilitas untuk kelompok disabilitas. “Kami akan coba mengadaptasi cara kota dan kabupaten yang sukses memenuhi fasilitas ramah difabel seperti di Jakarta, semoga anggaran kita mencukupi,” katanya menambahkan.

Menjelang pukul 13.00 WIB, acara berakhir. Bupati Hendy masih memenuhi permintaan awak media yang meminta waktu wawancara seputar agenda kerja bupati ke depan. Kepada awak media, Bupati Hendy berharap kinerja pemerintah daerah ke depan akan lebih transparan dan cepat. “Akselerasi. Insyaallah kami akan implementasikan artinya sinergi dan kolaborasi dengan cepat dan tepat untuk rakyat,” ujarnya menutup sesi wawancara dengan awak media.

 

(Biro Media HSC)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *