Bersama Kusen Andalas, Hendy Siswanto Sapa Masyarakat Tembokrejo Gumukmas

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Calon bupati Jember Hendy Siswanto berkunjung ke Tembokrejo Kec. Gumukmas, Kamis (10/9). Ia ditemani oleh mantan wakil bupati Jember periode 2005-2010 dan 2010-2015 Kusen Andalas.

Ini merupakan kunjungan perdana Hendy Siswanto pasca resmi mendaftarkan diri di KPU Kab. Jember pada Jumat (4/9) lalu. Ia mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat Tembokrejo.

Dalam sambutannya Kusen Andalas menyerukan agar masyarakat Tembokrejo mendukung penuh pasangan Hendy Siswanto-M. Balya Firjaun Barlaman bin KH. Achmad Shiddiq (Haji Hendy-Gus Firjaun).

“Jangan ragu kepada Haji Hendy-Gus Firjaun. Percayalah kepada pasangan ini akan membenahi Jember menjadi lebih baik. Tugas kita sebagai relawan adalah memenangkan pasangan ini di Pilkada 2020,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa pasangan Haji Hendy-Gus Firjaun sebagai pasangan ideal. “Haji Hendy pengalaman di birokrasi, sementara Gus Firjaun adalah politisi sekaligus ulama kharismatik,” tambahnya.

Hendy Siswanto mengutarakan alasannya maju di Pilkada 2020 kali ini. Salah satu alasannya adalah ingin membenahi Jember yang dalam lima tahun terakhir mengalami kemunduran.

“Saya ingin melihat masyarakat Jember tersenyum, para petani, nelayan, guru, pekerja, buruh, dan semua lapisan masyarakat yang ada di Jember sejahtera,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa kedepan pembangunan di Jember dimulai dari desa-desa. Karena selama ini desa-desa tak diperhatikan dan butuh perhatian pemerintah.

“Desa harus dibangun. Para petani padi dan tembakau hidupnya memprihatinkan dan mereka banyak di desa. Jika petani makmur sejahtera dan desanya juga maju, maka perekonomian di Jember akan tumbuh,” jelasnya.

Untuk mencapai itu, pemerintah harus menjamin ketersediaan pupuk murah untuk para petani. Selain itu, hasil panen mereka juga harus dijamin harganya.

“Selama ini petani kesulitan mendapat pupuk murah. Sehingga hasil panennya tidak sesuai harapan. Tidak hanya itu, para petani juga kadang kesulitan menjual hasil panennya. Seringnya harganya rendah dan itu sangat merugikan petani,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *