Nelayan Kab. Jember Lelah Hanya Diberi Janji-janji

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Para nelayan Kabupaten Jember melakukan silaturahim dengan bakal calon bupati Jember Hendy Siswanto, Minggu (1/3) malam. Kedatangan mereka dalam rangka menyampaikan aspirasi dan dukungan untuk Hendy Siswanto di pilbup Jember 2020.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Usaha Bersama Nelayan (FKUBN) Soleman menyebut para nelayan sudah lelah diberi janji-janji. Ia berharap Hendy Siswanto memberikan bukti nyata kepada para nelayan jika nanti diberi amanah menjadi bupati.

“Selama ini masyarakat khususnya nelayan hanya diberi janji-janji, tapi tak pernah ada bukti. Kami ingin Haji Hendy menyelesaikan masalah yang selama ini diabaikan pemerintah daerah,” ujarnya.

Aspirasi yang disampaikan beberapa di antaranya terkait kesejahteraan para nelayan, sarana dan prasarana pelabuhan, hingga pembangunan daerah pesisir yang menyimpan potensi wisata dan ekonomi sangat besar.

Dalam pemaparannya Hendy Siswanto menilai bahwa daerah pesisir Jember bisa dikembangkan lagi menjadi lebih baik dan modern. Selain sebagai pusat perekonomian para nelayan, juga bisa dikembangkan untuk sektor pariwisata yang terintegrasi dengan sekitarnya.

“Kawasan pesisir seperti Puger dan sekitarnya memiliki potensi yang luar biasa. Selain pusat ekonomi para nelayan, juga bisa dibangun wisata yang saling terkoneksi dengan aktivitas nelayan. Jadi, masyarakat yang datang bisa berwisata sekaligus transaksi langsung dengan nelayan. Garis pantai sangat panjang dan memiliki potensi wisata. Bisa dibangun fasilitas lain seperti penginapan dan membuka lapangan pekerjaan baru. Jadi para nelayan memiliki pendapatan tambahan dan tak khawatir jika tidak melaut akibat cuaca buruk,” jelasnya.

Selain itu, Hendy Siswanto juga menyoroti tentang sarana dan prasarana pelabuhan Puger. Menurutnya, perlu ditingkatkan lagi baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusianya.

“Saya pernah pagi-pagi mengunjungi Pelabuhan Puger, dari tempat pelelangan ikan sampai berkeliling di laut menggunakan kapal. Saya melihat langsung apa yang terjadi di lapangan. Ternyata banyak masalah yang harus dibenahi. Di antaranya sarana dan prasarana tempat pelelangan ikan yang kurang memadai. Cold storage untuk menampung hasil tangkapan nelayan seharusnya dibangun di lokasi strategis dengan dermaga,” ungkapnya.

Hendy Siswanto pernah mendapati kualitas ikan di sana turun karena tidak tertampung di cold storage. Hal itu membuat harganya jatuh dan sangat merugikan nelayan. Pemerintah daerah harus memikirkan hal itu karena merupakan kebutuhan yang mendasar bagi para nelayan.

“Selain itu perlu dibangun dermaga yang kapasitasnya besar sehingga ketika aktivitas bongkar muat berjalan cepat dan lancar. Lokasi parkir kapal para nelayan juga harus diperhatikan dan ditata, jadi tidak asal parkir begitu saja. Kalau rapi kan terlihat bagus dan ada nilai tambah tersendiri. Juga membuat orang yang lewat terpesona, sehingga mau datang untuk belanja ikan atau wisata,” ujarnya.

Hendy Siswanto optimis para nelayan hidupnya semakin sejahtera jika potensi daerahnya bisa dikelola dengan baik. Kesempatan untuk mewujudkan hal itu terbuka lebar pada tahun ini melalui pilbup 2020.

“Ayo kita melakukan perubahan dan membenahi permasalahan yang ada. Apakah ada uangnya untuk membangun Puger dan sekitarnya menjadi lebih baik? Ada bapak ibu. Buktinya SILPA Kab. Jember sangat besar. Uang tersebut bisa dialokasikan untuk pembangunan. Selain itu kita juga bisa menarik dana melalui investasi. Sehingga tidak membebani APBD. Persoalan itu mudah sekali jika pemerintah daerahnya tahu cara mencarinya dan memiliki niat untuk bekerja dan melayani masyarakat,” jelas Hendy Siswanto.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *