Meski Diguyur Hujan, Warga Lamparan Wirolegi Antusias Bertemu Hendy Siswanto

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Masyarakat Lamparan Wirolegi Kecamatan Sumbersari sangat antusias bertemu bakal calon bupati Jember Hendy Siswanto, Sabtu (29/2) malam. Mereka berduyun-duyun memenuhi lokasi pertemuan meski kondisi turun hujan.

Melihat antusias dan semangat yang ditunjukkan oleh warga membuat Hendy Siswanto terharu. Ia mengaku takjub dan mengapresiasi para warga yang telah hadir.

“Malam ini Gusti Alloh sayang ke kita semua dengan diberi hujan rintik-rintik. Tapi, bapak ibu tetap semangat datang ke acara malam ini. Semoga langkah kita semua dihitung sebagai amal kebaikan dan mendapat rido dari Alloh SWT. Saya bangga pada malam ini melihat antusias dari bapak ibu semuanya. Hal itu menambah rasa semangat saya dalam membenahi Jember. Karena di belakang saya ada bapak ibu semuanya,” ujarnya.

Selain bertatap muka, para warga turut menyampaikan aspirasi kepada Hendy Siswanto. Di antaranya mengenai jalan rusak, pelayanan publik seperti pengurusan KTP, KK, dan perizinan lainnya, serta bantuan yang tidak tepat sasaran dan masalah pupuk untuk petani.

“Bantuan Pangan Non Tunai tidak merata. Mayoritas di sini petani yang butuh ketersediaan pupuk murah dan jaminan harga jual hasil pertanian. Beberapa jalan juga masih rusak dan belum diperbaiki. Mohon ketika Haji Hendy mendapat amanah memimpin Jember, hal itu agar diselesaikan,” kata Munir warga Lamparan yang hadir.

Menanggapi hal itu Hendy Siswanto menyampaikan komitmen untuk membenahi seluruh permasalahan di Jember. Karena semua masalah yang ada akibat pemerintah daerah tidak bekerja dengan baik.

“Saya mendengar banyak keluhan dari masyarakat di sini soal jalan rusak. Bahkan, di beberapa titik masih ada jalan yang belum diaspal. Semoga tahun depan di dusun Lamparan dan Wirolegi pada umumnya jalannya menjadi bagus. Karena itu adalah hak masyarakat yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain jalan, persoalan lain yang harus dibenahi adalah masalah pelayanan publik dan perizinan. Hendy Siswanto berharap tahun depan harus semakin lebih mudah.

“Tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mengurus KTP, KK, dan akte serta izin-izin lain. Semua wajib mudah, cepat, dan tidak ada pungli,” ujarnya.

Mayoritas masyarakat Jember merupakan petani yang hidupnya memprihatinkan. Karena selama ini mereka tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah. Padahal pertanian memiliki peran besar dalam menggerakkan roda perekonomian di Jember.

“Para petani wajib sejahtera dan harus tersenyum bahagia. Jika perekonomian jalan dengan baik, maka lapangan kerja semakin terbuka lebar. Angka pengangguran akan turun dan diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada waktu bersamaan, kemiskinan di Jember juga akan menurun,” tuturnya.

Yang tidak boleh dilupakan adalah nasib para guru honorer dan guru ngaji. Mereka juga wajib diperhatikan kesejahteraannya. Karena di tangan mereka generasi masa depan Jember dibina dan dididik.

“Jika mereka belum sejahtera, bagaimana mereka bisa mengajar dengan fokus dan tenang? Maka hukumnya wajib sejahtera demi masa depan anak cucu kita semua,” kata Hendy Siswanto.

Jember memiliki sumber daya alam yang melimpah dan bisa berubah lebih baik lagi. Ditambah dengan keberadaan lembaga pendidikan seperti pesantren, perguruan tinggi, dan instansi lain, yang memiliki peran penting untuk membenahi Jember.

“Semua elemen harus dilibatkan dan diajak berpartisipasi untuk membenahi Jember. Tidak boleh pemerintah daerah membiarkan begitu saja masyarakat tanpa diberi pendampingan dan bimbingan. Semua harus dikerjakan melalui sinergi dan kolaborasi. Dalam arti, kita rumuskan permasalahan apa saja yang dihadapi, kemudian kita kerjakan bersama-sama. Sehingga dengan begitu, akan tercipta akselerasi atau percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *