Hendy Siswanto Resmikan Yayasan Pendidikan Islam Nurus Sa’adah Jember

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Bakal calon bupati Jember Hendy Siswanto meresmikan Yayasan Pendidikan Islam Nurus Sa’adah Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Sabtu (29/2) malam.

Acara diisi dengan pembacaan solawat dan tausiyah agama oleh KH. Abdul Haris, pengasuh Ponpes Al Bidayah Tegal Besar Jember. Acara malam itu juga dihadiri tokoh masyarakat dan Kepolisian Resor Kab. Jember.

KH Abdul Haris menyatakan bahwa sumbangsih pesantren terhadap pembangunan Indonesia sangat besar. Selain itu, pesantren memiliki kekhasan tersendiri dalam metode pengajarannya sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas.

“Jika diperhatikan selama ini tidak ada yang namanya tawuran antar santri. Inilah yang membedakan pesantren dengan lembaga pendidikan lain. Lulusan pesantren memiliki moralitas yang baik dan intelektualitas yang tak kalah saing,” kata KH Abdul Haris.

Ia menyebut ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan oleh sebuah lembaga pendidikan pesantren. Yakni keikhlasan dan sikap rahmah atau lemah lembut.

“Ketika lembaga ini telah diresmikan, maka selanjutnya yang diperlukan oleh lembaga ini adalah keikhlasan. Karena hal itu merupakan faktor terpenting agar lembaga ini berlimpah berkah. Selanjutnya yang diperlukan adalah rahmah. Karena sikap rahmah atau lemah lembut salah satu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Jika Nabi tidak bersikap rahmah maka orang-orang akan lari dari Nabi. Maka hukumnya wajib untuk menebar rahmah,” jelasnya.

Hendy Siswanto menilai bahwa keberadaan pesantren di Jember memiliki peran yang sangat penting. Tidak hanya sebagai tempat menimba ilmu agama, juga menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat.

“Pesantren merupakan elemen penting bagi Jember. Bahkan bisa menjadi motor perekonomian di Jember. Sehingga memberikan dampak lebih besar lagi untuk Jember lebih baik dan maju,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pesantren butuh dukungan dari pemerintah. Salah satunya dengan membentuk koperasi pesantren.

“Pesantren merupakan ujung tombak bagi Jember. Pesantren harus memiliki koperasi. Kalau tidak ada modal, pemerintah harus turun tangan dan membantu,” jelasnya.

Yang tak kalah penting adalah pesantren mencetak sumber daya manusia yang unggul. Tidak hanya menguasai ilmu agama, lulusan pesantren juga dibekali dengan ilmu pengetahuan umum serta skill tertentu.

“Lulusan pesantren memiliki keunggulan daripada lulusan pendidikan umum. Nilai lebihnya adalah menguasai ilmu agama dengan baik. Hal itu akan semakin bagus jika ditunjang dengan kemampuan atau skill untuk bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *