Gema Takbir Sambut Hendy Siswanto Saat Berkunjung ke Kalisat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Bakal calon bupati Jember Hendy Siswanto mendapatkan sambutan luar biasa saat bersilaturahim ke masyarakat Patempuran, Kalisat, Jumat (28/2) malam. Kedatangannya disambut gema takbir oleh warga sekitar.

Mendapat sambutan tersebut Hendy Siswanto menghaturkan ucapan terima kasih dan bahagia. Ia sangat takjub dengan semangat dan kekompakan warga yang hadir meski kondisi tengah turun hujan.

“Terima kasih atas sambutan yang telah diberikan oleh masyarakat. Meski kondisi hujan masyarakat tetap berkumpul dan menghadiri acara malam ini. Semoga langkah bapak ibu semua dihitung sebagai amal baik. Sebab niat kita berkumpul adalah untuk membenahi Jember,” ujarnya.

Hendy Siswanto juga merasakan tambahan semangat pada kunjungan kali ini. Menurutnya, gerakan untuk membenahi Jember semakin besar dan meluas bahkan hingga di akar rumput.

“Saya senang karena saya tidak sendirian pada pilbup 2020. Karena di belakang saya ada bapak ibu semuanya yang memiliki cita-cita yang sama, yaitu membenahi Jember lebih baik. Jember memanggil kita semua, bukan saya seorang, tapi memanggil bapak ibu semuanya. Ayo kita sambut panggilan itu dengan bergerak bersama-sama. Kita memiliki kesempatan itu pada tahun ini dan jangan disia-siakan,” jelasnya.

Pada pertemuan itu, warga saling mengutarakan aspirasi dan masukan kepada Hendy Siswanto. Mereka mengeluhkan banyak hal di antaranya terkait pembangunan jalan, ketersediaan pupuk murah untuk petani, transparansi bantuan untuk warga tidak mampu, nasib guru honorer dan guru ngaji, jumlah pengangguran, serta ketersediaan lapangan kerja.

“Transparansi bantuan dari pemerintah untuk masyarakat sangat kurang. Ada kekhawatiran masyarakat karena adanya ancaman pencabutan bantuan untuk masyarakat tak mampu. Padahal bantuan itu datang dari pemerintah pusat, bukan dari pemerintah daerah. Terkadang bantuan tidak tepat sasaran,” ujar Fera salah satu warga yang hadir.

Mengenai hal itu, Hendy Siswanto menilai bahwa permasalahan terdapat di akurasi data. Sehingga bantuan tidak tepat sasaran dan sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan dari pemerintah pusat itu bergantung dengan pusat. Sedangkan kasus di lapangan itu adalah mengenai akurasi data daftar penerima. Jadi, ke depan harus diperbaharui datanya. Sehingga bantuan yang turun itu tepat sasaran. Juga tidak boleh ada ancaman-ancaman yang tidak jelas alasannya,” ujar Hendy Siswanto.

Salah satu fokus Hendy Siswanto adalah sektor pertanian di mana mayoritas penduduk Jember berprofesi sebagai petani. Tidak hanya itu, mayoritas petani Jember dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan jauh dari sejahtera.

“Bapak ibu di sini mayoritas petani, saya tanya bagaimana kondisi bapak ibu saat ini? Bagaimana pupuk sekarang dan harga hasil pertanian? Apakah menguntungkan petani atau tidak? Apakah pemerintah daerah peduli terhadap kesejahteraan petani atau tidak? Salah satu sektor yang menjadi fokus kami itu pertanian. Karena mayoritas penduduk Jember itu petani. Jika sektor ini bisa dibenahi, insya alloh sektor lain ikut membaik. Jika petani sejahtera, maka roda perekonomian akan berjalan,” jelasnya.

Hendy Siswanto menyebut kunci sukses untuk membenahi Jember adalah dengan semangat kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat. Melalui sinergi dan kolaborasi akan tercipta akselerasi atau percepatan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

“Saya mengajak bapak ibu semua untuk bekerja sama, bahu membahu membenahi Jember. Bapak ibu merasakan sendiri permasalahan yang terjadi selama ini. Mari kita rumuskan apa saja yang harus dibenahi. Jadi konsepnya itu dari bawah ke atas, dari masyarakat ke atas. Sehingga permasalahannya jelas dan penyelesaiannya tepat sasaran. Jika kita sanggup mengerjakan semuanya bersama-sama, gotong royong, insya alloh Jember akan semakin jembar atau luas. Dalam artian jembar rejekinya dan berkah sehingga maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *