Bersama Gus Baiqun, Hendy Siswanto Disambut Meriah Warga Kranjingan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Bakal calon bupati Jember Hendy Siswanto mendapatkan sambutan meriah saat bersilaturahim dengan Masyarakat Langsepan, Kranjingan, Sumbersari, Jumat (28/2). Pada kesempatan itu, ia ditemani KH Baiquni Purnama atau Gus Baiqun.

Dalam sambutannya, Hendy Siswanto merasa terharu dan tersanjung dengan sambutan dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat. Baginya, hal itu merupakan bukti bahwa tidak sedikit masyarakat Jember yang memiliki visi misi yang sama, yakni membenahi Jember.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir dan menyampaikan aspirasinya. Semoga niat baik kita semua mendapatkan rido dari Alloh SWT,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi atas kepedulian para tokoh masyarakat, khususnya Gus Baiqun mengenai kondisi Jember saat ini. Menurutnya, sudah saatnya seluruh elemen masyarakat bergerak bersama-sama dan saling bahu-membahu membenahi Jember.

“Jember tidak hanya memanggil saya, tapi juga memanggil bapak ibu semuanya untuk bersama-sama membenahi Jember. Jadi saya mengajak bapak ibu semua untuk bahu-membahu membenahi Jember. Seluruh elemen masyarakat harus diajak berpartisipasi untuk membangun Jember. Selama ini masyarakat tidak diajak oleh pemerintah daerah dan dibiarkan begitu saja seperti anak kehilangan induknya,” jelasnya.

Pada momen yang sama Gus Baiqun turut menyampaikan sambutan pada acara yang diinisiasi oleh relawan pendukung Hendy Siswanto tersebut. Ia berbagi kisah ketika berbincang dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

“Saya sering bertemu dengan KH Said Aqil Siradj dan beliau pernah bertanya kepada saya mengenai kondisi Jember. Saya jawab, Jember sedang dalam kondisi yang kurang baik. Apalagi melihat kondisi masyarakat yang kesulitan mengadakan solawatan di alun-alun. Padahal acara solawatan memiliki keistimewaan dan nilai yang sangat besar,” ungkapnya.

Adapun mengenai kontestasi pilbup Jember 2020, Gus Baiqun mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Menurutnya sudah cukup masyarakat menanggup dampak buruk di pilbup sebelumnya dan tidak boleh terjadi lagi hal yang sama.

“Sementara mengenai pemimpin, syaratnya itu adalah yang mau melayani masyarakat dengan baik. Jadi, tahun ini jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang sama dalam memilih pemimpin. Karena dampaknya sangat mengkhawatirkan di masa depan,” tambahnya.

Nasib para petani, guru honorer, hingga guru ngaji juga turut disinggung oleh Gus Baiqun. Ia menilai bahwa selama ini pemerintah daerah telah abai dalam memenuhi kesejahteraan para petani, guru honorer, dan guru ngaji.

“Saya mau tanya bapak ibu di sini, soal pupuk di Jember sulit apa tidak? Pemerintah daerah selama ini menyediakan pupuk murah untuk petani secara rutin tidak? Lalu bagaimana para petani bisa sejahtera jika kebutuhan mereka tidak terpenuhi? Yang tak kalah penting adalah soal kesejahteraan guru ngaji yang selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah. Mereka itu berjasa besar dalam mengentaskan masyarakat dari buta huruf hijaiyah. Tidak hanya itu, mereka juga mengajarkan ilmu agama dan akhlaq sebagai bekal menjalani kehidupan di dunia,” jelasnya.

Gus Baiqun juga menyoroti tata kelola pemerintahan saat ini yang dinilai amburadul. Di mana penunjukkan kepala dinas yang tidak sesuai dengan kapabilitasnya. Juga persoalan SOTK di Jember yang membuat jatah CPNS tahun ini hilang. Hal itu merupakan kerugian besar bagi masyarakat Jember.

“Sebenarnya saya tidak mau ikut-ikut persoalan politik. Tapi, lama-lama kok kondisi Jember semakin terpuruk. Hal ini tidak boleh dibiarkan lebih jauh. Kita harus bergerak dan jika bukan tahun ini kapan lagi?” kata Gus Baiqun.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *