Kunjungan ke Tembokrejo, Hendy Siswanto Dicurhati Warga Soal Pertanian dan Pendidikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Bakal calon bupati Jember Hendy Siswanto berkunjung ke Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, Rabu (26/2). Pada kunjungan kali ini ia mendengarkan keluhan warga terkait pertanian dan pendidikan.

Salah satunya diutarakan oleh Haji Ali yang menilai pemerintah daerah tidak serius mengurusi soal kesejahteraan petani. Selain itu, ia juga mengkritik pemerintah daerah yang tidak sanggup menjamin keberadaan pupuk dan harga jual hasil pertanian.

“Harga hasil panen selama ini sering merugikan para petani. Saya ingin para petani dibela dan diberi haknya sesuai dengan apa yang telah dikerjakan. Begitu juga dengan kebutuhan pupuk untuk para petani yang seringnya dijual harga mahal,” harapnya.

Mendengar hal itu, Hendy Siswanto menyebut bahwa pemerintah daerah wajib menjamin dan mengurus sektor pertanian dari hulu ke hilir. Dari pasokan bibit dan pupuk sampai hasil panen dijual ke pasar.

“Petani kesulitan mendapat bibit dan pupuk, ditambah harga jual hasil tani mereka dibeli dengan harga sangat rendah. Bagaimana para petani bisa sejahtera jika kondisi seperti itu dibiarkan? Saya tidak terima melihat kondisi para petani Jember yang hidupnya susah. Mereka memiliki jasa besar untuk seluruh masyarakat Jember,” ujar Hendy Siswanto.

Ia menilai bahwa sudah saatnya Jember memiliki pabrik pupuk, karena wilayah pertanian dan perkebunannya sangat luas. Selain itu, keberadaan pabrik pupuk bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pupuk dengan harga terjangkau.

Selain pertanian, warga Tembokrejo juga mengeluhkan soal dunia pendidikan di Jember. Terlebih banyak bangunan sekolah yang rusak serta nasib guru honorer yang jumlahnya sangat besar.

“Kami sudah menyusun program dalam sektor pendidikan, baik dari sisi infrastruktur dan sumber daya manusianya, yakni para guru. Para pelajarnya juga diperhatikan agar belajar dengan nyaman dan mendapatkan haknya. Tidak sampai di situ, kami juga harus memikirkan bagaimana lulusan bisa terserap dunia kerja. Oleh karena itu butuh konsep link and match,” jelas Hendy Siswanto.

Ia mengajak semua masyarakat untuk bergerak bersama, saling bersinergi dan kolaborasi membenahi Jember. Dengan semangat kebersamaan tersebut, akan tercipta akselerasi atau percepatan pembangunan serta peningkatan ekonomi.

“Jember harus kita pikul bersama-sama, tidak bisa dikerjakan oleh satu orang saja. Butuh partisipasi dari seluruh elemen masyarakat. Kalau bukan sekarang, mau kapan lagi? Oleh karena itu, wes wayahe mbenahi Jember,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *