Terima Kunjungan LMDH, Hendy Siswanto Dicurhati Persoalan Masyarakat Desa Hutan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kabupaten Jember bersilaturahim dengan bakal calon bupati Jember Hendy Siswanto, Selasa (18/2) malam.

Selain silaturahim, kedatangan mereka dalam rangka menyampaikan aspirasi kepada Hendy Siswanto. Khususnya persoalan yang dialami masyarakat desa hutan selama ini.

Ketua LMDH Jawa Timur Nurrohim mengungkapkan bahwa banyak permasalahan masyarakat desa hutan yang tidak diperhatikan dan ditangani serius oleh pemerintah daerah. Padahal banyak potensi yang dimiliki oleh masyarakat desa hutan.

“Kami memiliki banyak potensi yang sangat besar, di antaranya kopi, jagung, peternakan, hingga wisata. Sayangnya pemerintah daerah tidak serius dalam mengelola dan menangani permasalahan yang ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan ketika musim kering atau musim panas masyarakat sangat membutuhkan keberadaan gudang pangan. Ia menaruh harapan besar kepada Hendy Siswanto agar membenahi seluruh permasalahan yang terjadi.

Meski berada di pinggiran, masyarakat desa hutan tetap mengikuti perkembangan di Jember. Dari persoalan pembangunan tidak merata, jatah cpns yang hilang, hingga kasus korupsi baru-baru ini.

Hendy Siswanto menerima dan menyambut dengan hangat kunjungan LMDH Kab Jember. Ia merasa terharu dengan semangat dan kegigihan para anggota LMDH yang sudah datang.

“Terima kasih kepada bapak ibu yang rela jauh-jauh datang ke sini. Semoga berangkat dari rumah diniatkan untuk beribadah kepada Alloh SWT dan mendapatkan balasannya,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa semangat yang dikedepankan adalah semangat untuk membantu saudara yang berada di garis kemiskinan yang mencapai 240 ribu lebih penduduk. Padahal sumber daya alam kita melimpah, dari pertanian, perkebunan, hingga sektor laut. Ditambah jumlah penduduk yang besar sekitar 2,4 juta jiwa.

“Seharusnya dengan modal tersebut Jember bisa lebih baik dan maju lagi. Untuk itu saya tergerak hati untuk membenahi Jember. Saya berharap kemiskinan di Jember bisa diselesaikan segera. Saya tidak rela jika masih ada saudara-saudara kita yang hidupnya susah, kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi, dan sulit mendapat pekerjaan,” jelasnya.

Hendy Siswanto menyayangkan pemerintah daerah kurang perhatian kepada masyarakat desa hutan. Banyak petani yang hidupnya sulit karena hasil panennya sulit dijual dengan harga yang layak. Mereka sulit mendapat pupuk murah dan kebingungan ketika cuaca buruk sehingga hasil panen tidak maksimal. Mereka juga tidak mendapatkan pendampingan dari pemerintah dan tidak ada jaminan hasil panen akan terjual dengan harga yang layak.

“Mari kita bersama-sama membenahi kondisi Jember yang sangat memprihatinkan saat ini. Kondisi seperti itu tidak boleh diabaikan lagi. Kasihan para petani kita yang merupakan salah satu tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi di Jember. Saya yakin jika kondisi petani kita sejahtera, maka sektor ekonomi yang lain akan ikut meningkat,” tuturnya.

Ia menilai bahwa keberadaan industri pertanian di Jember sangat minim sehingga tidak optimal mendukung para petani. Dibutuhkan langkah besar dari pemerintah daerah untuk membuat terobosan besar di sektor industri pertanian.

“Bagaimana akan terjadi perputaran ekonomi jika para petani kita tidak sejahtera? Apa saja yang perlu dibenahi? Yakni dari hulu ke hilir, dari mulai bibit, pupuk, hingga industri penunjangnya seperti keberadaan pabrik pupuk dan gudang untuk menyimpan hasil pertanian. Selain itu harus disediakan regulasi yang mengatur harga hasil pertanian. Sehingga para petani memiliki jaminan dan tidak khawatir ketika masa panen tiba,” imbuhnya.

Semua hal di atas bisa tercapai dengan baik dengan strategi sinergi dan kolaborasi. Dalam arti antara pemerintah daerah dengan masyarakat bekerja bersama-sama. Tidak boleh pemerintah daerah mengabaikan masyarakat, juga sebaliknya masyarakat harus turut aktif dalam membantu dan mengawasi pemerintah daerah. Sehingga akan tercipta akselerasi atau percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi.

“Jember memiliki jumlah perguruan tinggi yang cukup banyak dan kita juga butuh keterlibatan para akademisi. Jember juga memiliki puslit kopi dan kakao yang sayangnya pemerintah daerah saat ini tidak memanfaatkannya dengan baik. Wes wayahe semua bekerja, wes wayahe mbenahi Jember,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *