Hendy Siswanto Soroti Pelayanan Publik di Jember Belum Maksimal

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Universitas Jember dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember mengadakan Dialog Publik bertemakan “Menakar Pelayanan Publik Jember ke Depan” di Warung Kembang, Kecamatan Ajung, Selasa (19/11).

Bakal calon bupati Jember, Hendy Siswanto turut menghadiri acara tersebut beserta sembilan bakal calon bupati lainnya, yakni Ali Assegaf, Bambang Wahjoe, Zulkifli, Djoko Susanto, Abdussalam, Sulis, Kusbandono, Dima Ahyar, dan Rasyid Zakaria.

Pada kesempatan itu Hendy Siswanto mengutarakan bahwa pelayanan publik di Jember masih belum maksimal. Di antaranya persoalan Kartu Tanda Penduduk yang belum merata, perizinan yang carut marut, hingga pelayanan publik lainnya.

“Berbicara pelayanan publik itu merupakan kewajiban pemerintah. Yang terjadi saat ini di Jember sangat ruwet,” ujarnya.

Ia menilai bahwa pelayanan publik seharusnya menjadi lebih mudah dan cepat dengan perkembangan teknologi. Sayangnya, pemerintah daerah belum bisa memaksimalkan pemanfaatan teknologi dengan baik.

“Saat ini sudah zamannya menggunakan sistem teknologi. Semua serba online. Jadi, semua persoalan pelayanan publik, perizinan, dan hal yang lainnya lewat online. Semua hal itu tentunya akan bermuara kepada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Pada dialog publik tersebut sebenarnya panitia mengundang 14 orang kandidat bupati yang mendaftarkan diri dalam penjaringan yang digelar PDI Perjuangan, Gerindra, dan Nasdem. Namun hanya sepuluh orang kandidat saja yang memenuhi undangan tersebut.

Dialog publik tersebut dimoderatori oleh Hari Setiawan salah satu anggota PWI Jember. Acara tersebut juga disiarkan secara langsung melalui saluran televisi dan radio lokal Jember.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *