Pemkab Jember Kalah dari Daerah Lain Dalam Pemanfaatan Puslit Koka

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Keberadaan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) di Kabupaten Jember sangat bermanfaat bagi daerah sekitar seperti Bondowoso, Banyuwangi, dan Bali. Sayangnya, Kab. Jember sebagai “tuan rumah” kalah aktif dalam memanfaatkan Puslit Koka.

Hal itu diungkapkan oleh Manajer Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP), Agus Budi Santoso. Menurutnya keberadaan Puslit Koka memiliki potensi yang sangat besar bagi daerah.

“Sayangnya pemkab Jember kurang aktif dalam memanfaatkan Puslit Koka. Justru Bondowoso dan daerah lain yang sangat rajin ke sini,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa Jember merupakan daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah. Maka sangat disayangkan jika kekayaan alam tidak dimanfaatkan demi kemakmuran masyarakat.

Melihat kenyataan tersebut, bakal calon bupati Jember, Hendy Siswanto turut prihatin. Ia menilai bahwa selama ini Puslit Koka tidak diperhatikan dan tidak diberdayakan dengan baik oleh pemkab Jember.

“Puslit Koka ini justru dimanfaatkan oleh daerah lain, bahkan negara lain ada yang datang ke sini. Kenapa Jember justru mengabaikannya?” katanya.

Ia mengapresiasi kinerja Puslit Koka selama ini dan berharap semakin maju di masa depan. Apalagi, keberadaan Puslit Koka turut membantu dalam menyerap tenaga kerja di Jember.

“Puslit Koka berhasil memberdayakan para petani dan membuka lapangan kerja. Karena selain pusat penelitian, di sini juga ada wisata edukasi dan pengolahan produk kopi dan cokelat. Sudah waktunya kita peduli demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *