Petani Cabai Andongsari Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah Daerah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Jember – Kelompok Tani Margo Makmur dan Kelompok Wanita Tani Larasati mengadakan pertemuan di Desa Andongsari Kecamatan Ambulu, Jumat (15/11). Dalam pertemuan itu, para petani mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah Kabupaten Jember.

Ketua Kelompok Tani Margo Makmur, Darmanto, menyebut bahwa Desa Andongsari merupakan sentra cabai merah terbesar di Jember. Sayangnya, perhatian pemerintah sangat minim kepada para petani.

“Selama ini petani kurang diperhatikan. Kami berharap adanya pelatihan dan pendampingan agar kehidupan para petani lebih baik lagi,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kelompok Wanita Tani Larasati, Ibu Aan. Menurutnya, petani kesulitan dalam memasarkan hasil pertanian dan terkadang harga jual sangat rendah.

“Kami dari Kelompok Wanita Tani Larasati memasuki usia dua tahun. Mayoritas petani cabai. Masalah yang kami hadapi adalah harga jual yang sering di bawah standar, pernah Rp3000 per kilogram,” ujarnya.

Selama ini para petani telah mencoba untuk mengolah cabai menjadi produk baru. Di antaranya seperti abon cabai kering.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *